Degan Bakar

malam minggu kemarin(19/12/09) main ke bogor, di sepanjang jalan pajajaran dah gada lagi deretan warung tenda. Dah dibersihkan gitu ma pemkot, akhirnya aku ma temen-temen jalan ke daerah air mancur, second hangout point di bogor. Rame banget.kayaknya tempat tongkrongan jadi pindah kesitu. Aku ma temen-temen makan di warung tenda "SOTO RANJAU KODIM 43" menu khasnya soto ranjau + nasi, minumannya standar, es teh manis, es jeruk, kopi dll. Kamu Pernah nyobain soto ranjau di Blok M belum? Nah di SOTO RANJAU KODIM 43 jauh lebih enak rasanya. Kental banget rempah ma cita rasa ayamnya. Yang pasti jauh lebih yummy dan clean penyajiannya. Ternyata……tgl 19 Desember 2009 itu launching perdana mereka. Jadi dapat penawaran promo, lumayan lah makan 5 porsi gratis 1 porsi (tapi khusus pelajar ma mahasiswa) aku unjukin kartu mahasiswa. Promo nya berlangsung terus sampai awal januari 2010.

Minggu depan di SOTO RANJAU KODIM 43 sudah ada tempat duduk lesehan disamping warung tendanya. (keliatannya comfort, soalnya di bawah pepohonan gitu) dan ada menu tambahan, NASI GORENG BUBUK AYAM, NASI GORENG PERANG TELUR, ROTI TOASTED, BANSUS, BANDREK, SUSU dan NASI KUCING. Hmmm lebih variatif, malam minggu depan aku hang out lagi kesana deh. Penasaran ma menu baru mereka.warung tendanya buka jam 5PM-2AM

Ini harga makan di SOTO RANJAU KODIM 43 :

SOTO RANJAU Rp. 7000/porsi

(porsi nampol, banyak abis, ngeliatnya ja dah kenyang)

NASI PUTIH Rp. 3000/porsi

Ringan dikantong, tapi kenyang dan puas deh makannya. Tempat dan orang-orang di soto ranjau kodim 43 asik-asik, jadi bikin nyaman nongkrong. Oh iya, aku ngobrol-ngobrol juga ma yg punya warung tendanya. Anak-anak muda kuliahan yg bikin usaha bareng. Asik-asik.

Jadiin tongkrongan baru lo, aku recommend deh !!!

Maling Kupang

Saya kemalingan. Tapi malingnya sempet nitip Rp 20 ribu.Masih ingat dong, kalau saya jualan kupang lontong di rumah. Saya kena apes. Baru buka sudah kemalingan. Waktu itu saya lagi ngocekin brambang di ruang tamu. Pas di dapur, simbok saya ini denger ada sepeda motor berhenti di depan. Ternyata ada anak muda, memakai helm teropong, naik motor. Helmnya nggak dilepas, dan mesin sepeda motornya

Banana King

S6.195674 - E106.825578

Mie/Baso/Yamien: Mie Keriting Luwes Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta Jl. Indramayu Jakarta Pusat
Lokasinya menempati rumah tinggal. Menu lainnya : soto betawi, soto tangkar, ayam goreng dan Indomie. Rasanya sama dengan mie ayam pada umumnya, tetapi Porsi yang dijual cukup besar sehingga cocok untuk makan siang. Saya kurang selera dengan mie ayam ini karena potongan ayamnya besar-besar dan berwarna putih/pucat sehingga terkesan daging mentah
http://navigasi.net

Rawon Tujuh Rupa

Dunia kuliner memang kaya Inovasi bahkan bisa menaikkan sajian lokal ke kelas yang lebih tinggi. Rawon aja, bisa tampil tujuh rupa. foto : AntonSaya terkesan bener, dengan pelaku kuliner yang mampu menghasikan makanan kreatif. Seperti menu rawon. Rawon…yeah blacksoup from east Java. Kuahnya hitam pekat, buat sebagian orang mungkin rada aneh. Itu awalnya….. coba kalau sudah makan. Wuahh….Miyabi

Lontong Banyu Urip

Bandung - Anda penggemar steak tapi tidak ingin kelebihan kolesterol? Atau anda penderita kolesterol yang ingin tetap bisa menyantap steak? Steak tahu bisa menjadi pilihan anda.

Berlokasi di Jalan Bojong Soang 138A, Pondok Steak BBC memiliki menu andalan steak yang berbahan utama tahu. Semenjak berjalan tiga tahun lalu, steak tahu selalu
menjadi primadona rumah makan yang menyediakan aneka olahan steak ini.

Menurut sang mengelola Pondok Steak, Lia Natalia steak tahu diciptakannya ketika ia bosan dengan hidangan steak yang hampir semuanya terbuat dari daging.

"Hampir semua steak terbuat dari daging. Entah daging ayam atau daging sapi. Lalu bagaimana nasib para penderita kolesterol dan vegetarian? Kita juga ingin
mereka bisa makan steak," tutur Lia.

Lia menambahkan, dipilihnya tahu sebagai bahan baku olahan steaknya dikarenakan tahu lebih mudah diolah dengan bumbu khas steak.

"Dasarnya tahu memang variasi olahannya lebih banyak, ketimbang tempe misalnya. Meski sama-sama dari kacang kedelai, tapi tempe kurang cocok jika disajikan
dengan bumbu steak," ucap Lia.

Mengintip pembuatan steak tahu, ternyata prosesnya tidak rumit. Pertama tahu kuning digoreng matang. Setelah itu diiris membujur menjadi dua bagian. Kedua
bagian tahu itu diberi bumbu yang menjadi rahasia dapur Pondok Steak.

Irisan-irisan sosis ditaruh di atas tahu. Lalu goreng di atas wajan dengan api yang tidak begitu besar.

"Apinya harus diperhatikan, kalau terlalu besar gosong. Terlalu kecil juga tidak matang di dalam, Selain itu minyaknya juga harus non kolesterol," imbuh Lia.

Setelah tahu matang, tahu ditiriskan sebelum ditata diatas hot plate. Setelah itu baru diguyur dengan saus BBQ.

Saat disajikan, sempat ragu apakah yang disajikan tadi benar-benar tahu atau daging. Pasalnya, teksturnya begitu kenyal dan lembut. Sangat mirip dengan daging sapi, hanya saja jauh lebih empuk. Guyuran saus BBQ semakin menyamarkan jika yang disajikan adalah tahu.

Dalam sehari, Lia bisa menghabiskan 50 hingga 100 tahu. Sedangkan di akhir minggu dan hari libur, bisa mencapai 150 tahu.

Ingin mencoba, anda bisa menyambangi rumah makan yang buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB ini.

Soal harga, pasti bersahabat di kantong. Untuk seporsinya, anda cukup menebus dengan Rp 8.500 saja. Bagaimana, steak juga bisa sehat kan?(dip/ema)

Pondok Steak BBC
Jalan Bojong Soang 138A,

Ramen 38 (Sanpachi) Gedung Kamome

Ramen 38 (Sanpachi)
Gedung Kamome, lt. 2
Jl. Melawai Raya 189B, Kebayoran Baru
021 7395691, 72800268

Warung ramen yang sangat khas dan suasananya sangat mirip dengan warung-warung ramen di Jepang sana. Sajiannya pun sangat otentik.
Ramen sendiri sebetulnya bukan mi asli Jepang, melainkan diserap dari budaya kuliner Tionghoa. Mi asli Jepang adalah soba dan udon. Tetapi, remaja masa kini lebih suka ramen dan hadir dalam ratusan cara penyajian yang kreatif dan unik.

Ham Ji Bak = Jl. Cipaku I No. 16, Pasar Santa, Kebayoran Baru

Mul Naeng MyonHam Ji Bak
Jl. Cipaku I No. 16, Pasar Santa, Kebayoran Baru
021 73969587

Selain zaru soba di Jepang yang disajikan dingin pada musim panas, di Korea juga banyak mi yang disajikan dingin, bahkan kuahnya dicampur dengan es parut.
Mi dingin mul naeng myon ini nikmat disantap pada siang yang panas, tetapi juga cocok untuk mendinginkan perut setelah menyantap hidangan Korea yang biasanya pedas.


Mie-Qu Wisma Nusantara,

Mie-Qu
Wisma Nusantara, Jl. MH Thamrin 59, lt 2
021 39835911

Tempat makan dengan pemandangan indah ke arah Bundaran Hotel Indonesia, menyajikan berbagai hidangan Jepang dengan tekanan pada ramen, udon, dan soba.
Mencicipi zaru soba yang otentik dan tempura udon yang maknyus. Zaru soba adalah mi yang dibuat dari gandum, disajikan dingin dan minimalis. Diperlukan pengalaman untuk dapat menikmati zaru soba yang sangat khas Jepang.

Sekitar 20 tahun yang lalu, saya menginap di rumah Prof. Nader Shooshtari

Sekitar 20 tahun yang lalu, saya menginap di rumah Prof. Nader Shooshtari, seorang gurubesar ilmu ekonomi di Universitas Montana. Malam-malam, sambil mengobrol, dia mengambil dua botol bir dan satu kotak tupperware dari dalam lemari es. Di dalam kotak itu terdapat berbagai sayur potong. Ada brokoli, kembang kol, wortel, batang seledri besar. Sambil minum bir, camilannya adalah sayur-mayur mentah itu. Tanpa dicocol salad dressing maupun salsa.

Apa enaknya? Pada masa itu, lidah saya belumlah secerdas dan secanggih sekarang. Saya cuma ikut-ikutan dan mencoba menikmati brokoli mentah yang rasanya langu. Juga wortel mentah terasa langu. Duh, sengsara banget jadi orang modern, ya?

Nader bukanlah seorang pemalas yang enggan memasak dan menyuguhkan sayuran mentah. Itu adalah gaya hidupnya. Gaya hidup bugar – fit lifestyle. Ketika kami seasrama di Hale Manoa, Universitas Hawaii, Nader selalu memaksa saya turun dari tempat tidur dan ikut dia melakukan push up duapuluh kali dan sit up duapuluh kali pula. Dia sendiri melakukannya sampai hitungan seratus.

Makan sayur mentah mestinya tidak merupakan tantangan berat bagi orang Indonesia. Kuliner Nusantara juga mengenal banyak sayur mentah. Karedok, misalnya, adalah kumpulan sayur mentah. Begitu juga trancam dan berbagai lalapan mentah. Tetapi, brokoli, kembang kol, paprika, dan wortel memang memerlukan acquired taste. Saya sendiri melatih lidah saya dengan makan sayur-sayur mentah itu dicocol blue cheese atau salad dressing maupun salsa. Sekarang, semua sayur mentah sudah dapat saya nikmati tanpa cocolan apapun. Tekstur dan crunchiness dari masing-masing sayur merupakan sensasi tersendiri yang sangat dapat dinikmati.

Pernah makan sup gazpacho dari Spanyol? Sup ini sebetulnya merupakan jus sayuran – paprika, timun, bawang bombai, tomat – dengan sedikit bumbu. Sama sekali tidak dimasak. Lebih baik lagi bila disimpan semalam di lemari es.

Belum lama ini saya sempat singgah di sebuah restoran yang khusus menyajikan makanan mentah. Namanya “Juliano’s Raw” di pojokan Broadway dan 6th Avenue, Santa Monica, dekat Los Angeles, California. Tempatnya sederhana. Tetapi, ternyata sudah banyak selebritis – antara lain Demi Moore – yang melanggani restoran ini.

Juliano tidak pernah menyebut nama belakangnya. Mungkin sekali dia keturunan Italia. Tetapi, di Italia, nama seperti itu dieja sebagai Giuliano. Ia selalu tampil dengan gairah yang luar biasa. Bicara dengan mata membelalak dan kedua tangannya bergerak mendukung setiap kata-katanya.

Juliano “berdakwah” tentang living food (makanan hidup), yaitu sayur-mayur dan buah-buahan yang mengandung the power of procreation. Sayur segar bisa ditanam lagi untuk menghasilkan sayur segar beberapa kali lipat. Demikian juga biji yang dikandung buah segar dapat ditanam untuk menghasilkan buah-buahan segar berlipat ganda. Itulah yang dimaksudnya sebagai the power of procreation. Karena itu, manusia yang hanya makan sayur-mayur dan buah segar akan menjadi “lebih hidup”.

Sebaliknya, sayur-mayur dan buah akan mati bila dimasak. Karena itulah Juliano selalu menganjurkan agar sayur-mayur dan buah tidak dimasak, agar tidak kehilangan daya alamiahnya yang luar biasa bagi kehidupan manusia. “Dead foods are dead. They spoil and rot deep in your guts, finally becoming some cancer which in a delivery of excruciating pain eats you from the inside out,” tulis Juliano dalam buku-buku yang sudah diterbitkannya tentang living foods.

“If we eat wrong, no doctor can cure us. If we eat right, no doctor is needed,” itu adalah petuah lain dari Juliano. Ia menjamin bahwa semua makanannya mentah. Bila pun sempat dimasak, dipastikan tidak melalui pemanasan di atas 40 derajat Celcius. Itu dilakukan karena menurut teori, pemanasan bahan makanan di atas 80 derajat Celcius akan mematikan semua enzim yang dikandung. Yang jelas, memasak bahan pangan berarti “memeras” cairan yang dikandung. Padahal, tubuh kita sangat membutuhkan enzim dan cairan.

Oke, maka kami pun mulai meneliti daftar makanan di kartu menu untuk melihat makanan apa saja yang kira-kira akan memuaskan. Kami memesan beberapa menu untuk dicoba.

Ternyata, makanan yang datang jauh di luar dugaan kami. Misalnya, burrito yang kami pesan ternyata tidak dibungkus tortilla yang biasanya dibuat dari gandum atau tepung jagung, melainkan dibungkus nori (rumput laut). Lasagna yang kami pesan pun ternyata tidak memakai pasta. Satu-satunya makanan yang dimasak adalah yang terbuat dari campuran berbagai macam kacang.

Beberapa bahan yang banyak dipakai dalam hidangan “Raw” adalah wijen, wijen hitam, bit, kubis ungu, daun ketumbar, guacamole (dari avocado), krim kocok (whipped cream), rumput laut, dan berbagai jenis bunga yang dapat dimakan. Krim kocok untuk makanan maupun dessert dibuat dari Irish moss seaweed (sejenis rumput laut). Keju dibuat dari kacang-kacangan. Pasta dibuat dari zucchini. Minyak zaitun yang digunakannya juga minyak khusus yang diproses dengan panas yang tidak melebihi 35 derajat Celcius.

Rasanya? Saya tidak bohong. Betul-betul mak nyuss! Begitu segar, begitu unik, begitu khas. Saya sendiri heran betapa makanan dari bahan-bahan mentah dapat disajikan sedemikian enak. Luar biasa!

Di restorannya, Juliano hanya menyajikan makanan yang disebutnya sebagai living cuisine. Juliano’s food comes straight from the garden to your plate – demikianlah slogan restoran yang juga menjanjikan “100% organic” itu. Juliano bahkan “menantang” tamunya agar membawa sisa makanan pulang ke rumah dan kemudian meletakkannya di tanah. Tiga hari kemudian, pasti akan tampak tanda-tanda kehidupan dari tanaman baru. Itulah bukti nyata tentang slogan “living food”. Bandingkan dengan daging yang Anda buang di tanah. Tiga hari kemudian yang akan bermunculan adalah belatung.

Satu hal lagi yang saya “pelajari” di “Raw” adalah bahwa ternyata pada umumnya wine adalah minuman yang tidak vegan-friendly. “Raw”, sebaliknya, menyajikan wine khusus yang vegan-friendly, yaitu wine yang dalam proses pembuatannya tidak memakai putih telur, casein, dan gelatine yang merupakan produk hewani.

Bahan makanan yang disajikan “Raw” sebetulnya tidak hanya seratus persen organik, melainkan juga seratus persen veganik. Veganik berarti semua tanaman itu dipupuk dengan rumput laut dan abu vulkanik – tanpa pupuk dari kotoran hewan, apalagi pupuk kimia. Bahkan pencucian semua alat-alat dapur maupun alat-alat saji di “Raw” tidak memakai deterjen, melainkan dengan jeruk lemon dan cuka. Juliano barangkali memang orang yang paling fanatik dalam menjalani doktrin veganik.

“All of our foods – fruits, vegetables, sprouted grains – have been gently and lovingly tranformed into delicious food,” kata Juliano dengan mata membelalak dan kedua tangannya “beterbangan” ke mana-mana. Diam-diam saya menyimpan kekahawatiran, jangan-jangan kalau saya jadi veganik juga akan menjadi “hiper” seperti Juliano – bicara dengan mata membelalak, suara tinggi, dan kedua tangan heboh ikut bicara.

“Doktrin” Juliano ini mau tidak mau mengingatkan saya pada prinsip yang dianjurkan oleh Dokter Chris Teo di Penang. Di kliniknya, Dokter Teo menyembuhkan pasien kanker secara veganik dan kebiasaan hidup sehat. Ia bahkan menganjurkan agar orang tidak menjalani kemoterapi yang menurut dia justru bertentangan dengan hukum alam.

Seorang visioner agung Alfred Einstein pernah berkata bahwa masa depan dunia ini akan lebih terjamin bila makin banyak orang beralih dari kesukaan makan produk hewani ke disiplin makan sayur-mayur dan biji-bijian.

Selamat Waisak bagi teman-teman Buddhis yang sebagian besar menganut vegetarian. Sabe satta bhavantu sukhitata. Semoga semua mahluk berbahagia.

Bondan Winarno

Kompas.

Bondan Winarno singgah di Malang

Host program televisi Wisata Kuliner, Bondan Winarno singgah di Malang kemarin. Kedatangannya kali ini untuk melakukan syuting Wisata Kuliner dengan tema makanan Tempoe Doeloe. Salah satunya, Bondan singgah di Hotel Santika Premiere Malang yang tengah menyediakan traditional food yaitu Ayam Penyon Sambal Matah.

Acara pengambilan syuting ini menghabiskan durasi sekitar 1,5 jam. Dalam kesempatan ini, Bondan terlibat dalam proses memasak ayam penyon hingga penyajiannya di area Kuala Bar & Teras. Proses pengambilan gambar ini dimulai pukul 09.00 di area poolside Hotel Santika Premiere Malang dengan dipandu oleh Chef Bagus dan juga Bondan Winarno yang pada saat itu membantu mengolah masakan yang akan disajikan.

Dikatakan Public Relation Hotel Santika Premiere Malang, Hilda Mutia Arava, selama proses pengambilan gambar, Bondan tampak sangat antusias mengikuti proses memasak Ayam Penyon. “Pak Bondan juga mengerti dengan bahan-bahan yang diracik,” kata Hilda. Hidangan ini pun ditutup dengan menikmati sajian minuman Blue Saphire yang diracik khusus oleh Asisten Bartender, Kadek. (fio/mar) (Fiona Mediony)

Malang Post 18 Mar 2008

Bandung - Stone Cafe

Menikmati hidangan tradisional yaitu colenak serta bandrek dan bajigurnya jadi terasa nikmat sekali sambil melihat pemandangan kota Bandung dari ketinggian daerah Dago Atas.

Di daerah ini banyak juga Cafe dan Resto yang menarik, yang pasti kalo ke daerah sini lebih bagusnya sore sampai malam hari.

Stone Cafe
Jalan Masuk Dago Resort Bandung
GPS Nokia 6 51'55"S, 107 37'36"E
7409

Bakmi Gajah Mada di Mall Ambasador

Jalan-jalan di Mall Ambasador bareng temen dan makan di Bakmi Gajah Mada

Jl. Prof Doktor Satrio Jakarta
GPS Garmin S 06 13.456' E 106 49.619'
2409

Rumah Makan Mergosari Jl Raya Banjar-Majenang Km 9

Tempat makan yang berdirinya sudah puluhan tahun ini sekarang sudah banyak membuka cabangnya. yang tersebar di jalur selatan dari Jawa Barat sampai Jawa Tengah.
Berbagai jenis pepes, ayam goreng, ikan, sayur, yang pasti nasi dan sambal dadaknya yang mantap.

Rumah Makan Mergosari
Jl Raya Banjar-Majenang Km 9
Cilacap tlp 08122280630
GPS Garmin S 07 46.537' E 110 21.662'
15409

Berkunjung ke Pasar Senggol

pedagang serombotanPasar Umum Gianyar
Jl. Ngurah Rai, Gianyar
Berkunjung ke Pasar Senggol (bila pagi hari merupakan Pasar Umum Gianyar). Di sini banyak penjual makanan, a.l.: ayam panggang, ayam betutu, be guling, jajan pasar tradisional, dan lain-lain. Singgah mencicipi srombotan (semacam urap sayur dengan bumbu parutan kelapa dan saus kacang), serta berbagai macam pepes, a.l.: pepes klengis (sari minyak kelapa), pepes lindung (belut), pepes lele, dan pepes pindang tongkol.

seafood paella“Indus”
Jl. Raya Sanggingan, Ubud
0361 977684

Restoran dengan pemandangan memukau. Mencicipi Balinese seafood paella (paella adalah hidangan khas Spanyol, yaitu nasi yang dimasak dengan saffron) dan kari ikan tengiri, didamping minuman segar dari kembang sepatu (hibiscus).

“Warung Teges”
Banjar Teges, Peliatan, Ubud
0361 975251

Sebuah warung yang menjual nasi campur Bali dengan sambal matah yang luar biasa. Salah satu hidangan khas adalah tum ayam yang kemudian goreng garing. Mohon waspada, warung ini juga menyajikan masakan tidak halal.

chilled gazpacho“Terazo”
Jl. Suweta, Ubud
0361 978941

Sebuah kafe yang menyenangkan. Mencicipi chilled gazpacho dan polenta tartlette.

lawar pancawarna, sate lilit, dan bebek menyatnyat yang sangat khas Klungkung.

megibunglawar pancawarnaWarung “Rijasa”
Di depan Pintu Masuk Tirtagangga
0363 21873
Sebuah pengalaman unik makan bersama (megibung) bersama penduduk setempat. Makanan yang disajikan adalah lawar pancawarna, sate lilit, dan bebek menyatnyat yang sangat khas Klungkung.
Berkunjung ke komunitas Bali Aga (Bali Asli) pengrajin tenun ikat di Desa Tenganan, melihat pembuatan tenun geringsing.

“Lotus Seaview”
Jalan Raya Candidasa
0363 41257

Singgah untuk minum es kopi (dengan vanilla ice cream float) dan dadar gulung isi pisang.

pepes ikan“Mertha Sari”
Jl. Pesinggahan, Kec. Dawan, Klungkung
0366 30406

Mencicipi sate lilit, pesan (pepes) ikan, dan sup ikan. Semuanya dari bahan ikan tuna (yellowfin tuna).

Singaraja - “Cozy Resto” Pantai Penimbangan, Singaraja

sate lilitKunjungan ke Pasar Singaraja mencicipi dodol ketan dan berbagai jajanan khas Singaraja, termasuk buah wani (mangga putih). Singgah di sebuah warung di pasar, mencicipi nasi campur dan sate lilit.

Kunjungan ke Penelokan, Kintamani, mencicipi berbagai buah, a.l. terong belanda atau terong medan, yang juga disebut tamarillo. Memperagakan pembuatan jus terong belanda. Resep: terong belanda, madu secukupnya, susu bubuk secukupnya, es batu secukupnya, dihancurkan dalam juicer.

“Cozy Resto”
Pantai Penimbangan, Singaraja
0362 28214
Mencicipi timbungan (sup bakso ikan), plecing terong, dan sudang lepet. Ikan lepet dibawa nelayan Madura yang mendarat di pelabuhan Buleleng, Singaraja, dan diproses oleh penduduk setempat menjadi ikan kering dengan sedikit garam. Ikan lepet kering ini kemudian diproses lagi sebelum digoreng dan disajikan.

Bali - Bondan Winarno - Berbagai Produk Rumput Laut

ayam betutuAyam Betutu “Men Tempeh”

Terminal Lama Gianyar
0813 37072256 atau 0852 37125322

Awas, banyak yang meniru, sekalipun masih saudara sendiri. Mantan karyawannya, Bu Lina, juga membuka warung sendiri, bahkan sekarang lebih laris. Bedanya, karena Bu Lina adalah seorang Muslim, maka ia menyembelih ayamnya mengikuti kaidah halal.
Ini jenis ayam betutu pedas khas Gilimanuk, sangat berbeda dari ayam betutu Gianyar yang lebih kaya bumbu.


Berbagai Produk Rumput Laut
Pak Kandar, Banjar Semiana, Gilimanuk
Dibina oleh WWF, kelompok nelayan ini melestarikan terumbu karang dengan berbudidaya rumput laut. Mereka juga diajari memproses rumput laut menjadi berbagai produk, antara lain: es rumput laut, bergedel rumput laut, dodol rumput laut, dsb.

Singgah ke Labuhan Lalang, pantai indah yang merupakan jetty bagi penyelam yang akan berangkat menuju Pulau Menjangan. Pulau ini berjarak 9 kilometer, dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dengan perahu motor.

nasi baliTaman Sari Cottage & Spa
Desa Pemutaran, Gerokgak
0362 93264
Restoran ini menyajikan nasi campur Bali yang lezat dengan harga sangat pantas. Ikan bakarnya juga populer.



Pusat Jajan “Hita Boga”lawar klungah
Jl. Jenderal Sudirman 55X, Negara
0813 37517734 (Ibu Yudi)
Di pusat jajan ini terdapat berbagai sajian khas Negara, misalnya: jukut dedare (sop burung dara, lawar klungah (lawar dari pentil kelapa), dan ares dolong (mentok dimasak kuah dengan batang pisang). Sangat unik!

Gombong - Warung Tempe Mendoan

Untuk yang punya GPS bisa mudah menemukan lokasi ini

Lokasi GPS Garmin : S 07 38.758' E 109 30.574'

Tempatnya jalur arternatif arah ke Jogjakarta yang berangkali lewat bisa mampir ke warung ini....
Mendoan = Tempe yang di beri adonan tempung dan di goreng setengah matang.
Mendoanya besar pake bumbu sedikit pedas dan manis pokoknya mantap, jadi steak tempe hehehe.
meskipun warung kebersihannya tetep no satu deh, harga dibawah 10.000,- bisa untuk 3 orang.

Warung Mendoan dan kopi
Jl. Meles No 2 Banjareja
Gombong - Kebumen
Waktu buka jam 16:00 sampe pagi 02:00
14409

Bandung - nasi pepes Tante Liana GOR PADJAJARAN

Devita Sari - detikFood

GB
Jakarta - Siapa yang tak bakal tergoda pepes nasi bakar tante Liana atau kupat tahu Singaprana dan Padalarang yang mengepul hangat ini. Belum lagi jajaran penjaja makanan lain dari bubur Akiong, bakso, mi kocok, bagelen, hingga buah-buahan segar. Tak hanya mulut yang sibuk mengunyah, tanganpun penuh tentengan belanjaan!

Jika berkunjung ke Bandung, tempat makan yang satu ini memang tak pernah saya lewatkan. Memang agak unik, letaknya berada di dalam gelanggang olah raga alias GOR Padjajaran. Jadi, gak usah heran jika pagi-pagi sekali Anda kesini tempat ini sudah penuh oleh pengunjung yang ingin sekedar sarapan atau mengisi perut sehabis lelah berolah raga.

Seperti yang saya dan teman-teman lakukan ketika berkunjung kesini beberapa saat lalu. Bukannya hendak berolah raga, namun rasa kangen saya dan teman-teman pada nasi pepes bakar tante Liana lah yang memanggil kami kesini. Hmm... membayangkan kelezatan si pepes nasi saja sudah membuat liur saya hampir menetes! Slurppp...

Pagi itu jam baru menunjukkan pukul 7 pagi, namun kami telah dikepung oleh penjaja makanan dan pengunjung yang sedang bersantap di dalam GOR ini. Di jejeran kiri, ada penjual bakso, bakwan, jus buah, bubur dll. Sedangkan disebelah kanan lebih mirip seperti pasar kaget, ada penjual buah-buahan, ikan, ayam, sayur-sayuran dan masih banyak lainnya. Semuanya tampak menggoda, namun karena ingatan akan pepes nasi telah di depan mata maka kami pun segera bergegas.

Lokasi nasi pepes tante Liana ini berada paling ujung kiri jejeran gerobak penjual makanan. Tempatnya tak jauh beda seperti penjual lain, yaitu terdiri dari etalase dengan spanduk berwarna hijau di depannya bertuliskan "Sambal dadak Ibu Liana". Di etalase terdapat berbagai jenis makanan yang telah tersedia selain berbagai jenis pepes seperti pepes ayam, jamur, nasi bakar, dan peda. Menu lainnya yang dapat dilipih adalah sambal kentang, semur jengkol, rendang, dan aneka tumis sayuran.

Tanpa lama berpikir kami pun langsung memesan seporsi pepes nasi bakar, pepes ayam, rendang, sambal ikan roa, dan tentunya sambal mangga dan sambal dadak yang juga jadi favorit disini. Apalagi pembeli juga bisa memilih ingin sambal yang benar-benar pedas atau sedang. Sambil menunggu pesanan tiba, rupanya teman-teman ada pula yang memesan kupat tahu Singaparna dan Padelarang yang persis mangkal diseberang etalase tante Liana.

Nasi pepes bakar ini disajikan langsung oleh sang empunya dalam keadaan hangat dan berbalut daun pisang. Ini dia makanan favorit saya, warna nasi kekuningan dengan tekstur sedikit basah plus daun kemangi yang membuat aromanya makin harum. Kemudian ada suwiran ikan asin jambal roti, irisan daging ayam,sereh, daun salam, dan cabe rawit yang membuat rasanya pedas-pedas gurih dan hmm nyam nyam...enak banget!

Nasi pepes bakar ini disandingkan dengan pepes ayam yang juga tak kalah enak. Pepes ayamnya dibalut oleh daun kemangi dan bumbu kuning. Daging ayamnya benar-benar empuk dengan bumbu yang meresap hingga ke daging, sedangkan jejak lengkuas dan jahe masih terasa di lidah menambah nikmat.

Rendangnya sendiri juga saya acungi jempol, meski potongan dagingnya lumayan besar namun saya tak kesulitan mengunyahnya karena teksturnya yang empuk dengan bumbu berwarna coklat kemerahan. Rasanya sebenarnya sudah cukup pedas, namun bagi penggila pedas seperti saya belumlah cukup. Sesekali saya pun mencolek sambal mangga yang disediakan dalam cobek tanah liat. Huahh... huahh tak ayal lagi lidah saya pun langsung 'kesetrum' sambal tante Liana yang merupakan favorit pengunjung ini. Mantap!!

Berbeda jauh dengan Nasi dan Sambal tante Liana yang bikin kesetrum, kupat tahu Singaprana dan Padalarang ini rasanya dominan manis. Meskipun begitu keduanya berbeda, kupat tahu Singaprana sendiri lebih mirip dengan lontong tahu. Makanan ini terdiri atas tauge besar-besar, lontong, tahu, serta siraman bumbu kacang dan kerupuk aci merah dan bawang goreng sebagai toppingnya.

Nah, lain halnya dengan kupat tahu Padalarang yang perbedaannya terdapat di kuah. Kalau kupat tahu Padalarang terdiri atas irisan kupat, tahu kuning, dan soun dengan siraman kuah santan kelapa dan tambahan bumbu lain. Sebagai pelengkap ditarburlah kerupik aci dan bawang goreng. Untuk menyantap keduanya kami cukup membayar Rp 12.000,00, sedangkan untuk semua hidangan lezat aneka pepes yang kami santap cukup membayar Rp 33.000,00. Oya, menurut tante Liana sendiri pepes nasi bakar buatannya bisa dipesan jika ingin dibawa sebagai oleh-oleh loh.

Setelah perut kenyang tak lupa kami pun berbelanja buah-buahan segar seperti mangga arumanis, gedong gincu, jeruk Pontianak jumbo, dan roti begelen untuk dibawa pulang. Nah, tunggu cerita selanjutnya ya karena perjalanan makan enak di seputaran GOR Padjajaran ini belum lagi berakhir!

Aneka Pepes Tante Liana
GOR PADJAJARAN
Jl. Padjajaran, Bandung
Telp: 022-70189693
( dev / Odi )

Kalibata - Jajan Sego Gandul, Anget Sedep!

Eka Septia - detikFood

GB
Jakarta - Meskipun diimpor dari daerah Jawa Tengah, sego gandul yang ini tak kehilangan jejak aslinya. Kuah kecokelatan berisi potongan daging iga yang kinyil-kinyil empuk disiramkan di atas nasi hangat. Rasanya gurih-gurih enak, apalagi disantap panas dengan lauk tempe goreng renyah! Sedep tenan!

Udara musim hujan yang dingin membuat saya kangen dengan masakan khas daerah Pati yang dulu sering saya cicipi, Nasi Gandul atau sego gandul. Untung saja saya tinggal di Jakarta jadi tak terlalu sulit mencari jejak penjual nasi gandul di kota metropolitan ini.

"Pokoknya nggak kalah sama Nasi Gandulnya warung Pak Sardi deh," kata teman saya mempromosikan warung nasi gandul favoritnya yang ada di kawasan Kalibata. Nasi gandul Pak Sardi memang sangat terkenal di daerah Pati.

Penjual nasi gandul tidak hanya ada di Pati juga di kota-kota sekitarnya seperti Juwana, Kudus juga Semarang. Ah, saya jadi ingat dulu nenek suka memanggil penjual nasi gandul ini yang membawa pikulan dengan keranjang bambu berisi panci berisi kuah gandul dan di keranjang lain ada nasi dan aneka jeroan sapi. Duduk makan di depan penjualnya bisa memilih langsung lauk atau menambah porsi sepuas hati.

Waktu sampai di 'Warung Nasi Gandul Khas Pati' di pelataran parkir TMP Kalibata ini warung belum terlalu ramai. Ukuran warung tendanya tidak terlalu besar dengan dua buah meja panjang didalamnya. Begitu masuk ke dalam warung langsung tercium aroma gurih kuah daging yang sedang direbus. Hmmm…sedap benar!

Di sini nasi gandul ditawarkan dalam berbagai varian isi. Ada gandul campur iga, gandul campur empal goreng, gandul campur babat, dll. Hmm..ternyata banyak sekali pilihannya. Akhirnya pilihan saya jatuh pada Nasi Gandul campur Iga dan Nasi Gandul campur Babat.

Istilah 'gandul' pada nasi gandul juga tak jelas benar asalnya. Ada yang bilang 'gandul' dalam bahasa Jawa yang berarti menggantung atau mengambang. Dijuluki seperti ini mungkin karena dalam penyajiannya nasi gandul ini ditaruh di atas piring yang dialasi daun pisang. Sendok untuk memakannya pun sangat unik, menggunakan sendok dari daun pisang atau yang disebut 'suru'. Ada juga yang bilang karena nasi ini dijual dalam pikulan dengan 2 keranjang bambu dan kalau dijajakan maka keranjang akan menggantung ke kiri dan kanan mengikuti langkah penjualnya.

Pesanan kami tiba, dua buah mangkok kuah gandul dan dua piring nasi putih hangat dengan taburan bawang goreng yang cukup royal. Warna kuah gandul ini berwarna cokelat butek. Sekilas mirip rawon namun tidak terlalu gelap warnanya atau persisnya pindang Kudus. Karena kuah gandul juga memakai bumbu keluwak dan santan maka warnanya kecokelatan. Aroma gurih menguap dari mangkuk yang mengepul-ngepul!

Ketika kuah gandul mampir di lidah, wow..rasanya sungguh gurih enak! Hampir mirip dengan pindang Kudus. Ada rasa gurih santan yang tidak terlalu pekat,ada juga semburat aroma bawang putih dan kencur yang wangi dan rasa manis yang tak terlalu kuat. Setelah ditambah dengan air jeruk nipis dan sambal rawit merah yang pedas mengigit, hmm.. makin mantap rasanya! Daging iganya empuk lembut. Demikian juga dengan babat yang kenyal-kenyal empuk! Adukan nasi putih hangat dengan siraman kuah ini benar-benar membuat rasanya makin sempurna saja.

Antara nasi gandul campur babat dan gandul campur iga tidak ada bedanya. Hanya isinya saja yang berbeda. Tak terasa rasa hangatpun menjalari tenggorokan dan butiran kecil peluh mulai berlelehan akibat rasa panas dan pedas kuah gandul yang sedep tenan!

Perut kenyang dan saat membayar kenikmatan ini saya juga semakin senang. Seporsi nasi gandul campur babat diberi harga Rp 12.000,00 sedangkan gandul campur iga dihargai Rp 13.000,00 saja. Nah, kalau kangen dengan nasi gandul tapi tak berkesempatan makan di tempat asalnya tempat ini bisa jadi obat kangen lho!

Nasi Gandul
Jl.Taman Makam Pahlawan Kalibata
Buka mulai pukul 17.00-00.00 Wib
Harga Mulai Rp 12.000,00

Cibubur - Gurih-Gurih Pedas Si Gabus Pucung Asli Betawi

Devita Sari - detikFood

GB
Jakarta - Jangan ngaku orang Jakarta kalau tak kenal gabus pucung. Ya, meskipun hidangan khas Betawi berwarna butek kehitaman sekilas tak menarik mata. Namun rasa gabus pucung yang gurih, asin, segar dengan semburat pedas sungguh nikmat di tiap gigitannya!

Sejak mencicipi gabus pucung Hj. Nasun yang ada di Jl. Kanfi II, Jagakarsa saya jadi ketagihan makanan khas Betawi ini. Hal itu pula yang memicu saya menyambangi 'RM Betawi Hj. Amih - Gabus Pucung Pak Misan' saat melintas di jalan lapangan tembak, Cibubur beberapa saat yang lalu. Maklum meskipun RM Betawi menjamur, namun tak semua rumah makan Betawi menyajikan menu gabus pucung. Nah, saya jadi penasaran dengan gabus pucung racikan Pak Misan ini.

Rumah makan Hj. Amih tampak sederhana khas rumah makan Betawi pada umumnya. Makanan dalam pinggan dan mangkuk tertata rapi di etalase kaca yang ditutup kain putih untuk menjaga kebersihan makanan. Di bagian depan terdapat banner besar dengan tulisan beberapa menu andalan restoran ini. Selain gabus pucung, ada semur daging, gurame kreasi, gurame pesmol, semur jengkol, sayur asem, dll.

Seorang ibu berjilbab segera bergegas menghampiri saat melihat kedatangan kami. Agaknya bu Hj. Amih sang pemilik sendiri yang melayani. Setelah memesan seporsi gabus pucung, mata saya pun melirik ikan gurame pesmol yang berbalut bumbu acar kuning yang cukup menggoda hmm... melihatnya air liur pun langsung terbit. Jadilah seporsi pesmol dan sayur asem menjadi tambahan pelengkap makan siang saya. Padahal di jajaran mangkuk yang lain saya melihat tumis suun, gurame kreasi (berkuah cokelat dengan cabai merah hijau) dan semur jengkol. Hmm..sangat menggiurkan!

Nasi dan hidangan pesanan saya disajikan dalam piring terpisah. Rasa penasaran membuat saya langsung membedah si gabus pucung. Gabus pucung racikan Pak Misan ini tampilannya cukup berbeda dengan racikan Hj. Nasun. Jika gabus pucung H. Nasun selain ikan gabusnya berukuran cukup besar, si ikan gabus juga digoreng dan baru dimasukkan ke dalam kuah ala minute. Sedangkan gabus pucung Pak Misan tampilannya lebih sederhana. Ikan gabusnya lebih mungil dan dimasak bersamaan dengan bumbunya sehingga tinggal dihangatkan saat ada yang memesan.

Kuah yang berwarna khas butek kehitaman dengan irisan daun bawang nyaris mirip dengan kuah rawon. Aroma pucung atau keluak yang eksotik menjadi ciri khas racikan bumbu si gabus pucung. Daging gabus yang kenyal berpadu serasi dengan kuah yang gurih-gurih pedas yang enak! Meskipun begitu bagi saya gabus pucung H. Nasun tetap menjadi juaranya. Bumbunya lebih kuat dan royal sehingga rasa gurih pedasnya lebih nonjok!

Gurame pesmol sendiri tak kalah lezat. Irisan ikan gurame yang lumayan besar ini digoreng kering. Kemudian dibalut bumbu acar dengan topping daun salam, cabai hijau, irisan cabai merah yang royal. Ikan guramenya kenyal gurih dengan tekstur sedikit garing karena digoreng. Sensasi rasa asam, manis, pedas seakan menari-nari di lidah mengantarkan getar kelezatan pesmol saat disantap dengan nasi hangat.

Saat menyeruput sayur asem yang berwarna bening hmm... rasanya cukup unik. Sayur asem yang isinya terdiri dari labu siem, melinjo, kacang panjang, jagung, dan oncom yang menjadi ciri khas orang Betawi. Rasanya cenderung asam tanpa semburat pedas ataupun manis seperti yang biasa saya nikmati. Dominan rasa asin tanpa jejak rasa manis sedikitpun. Sedangkan serpihan oncom buat saya agak aneh saat diaduk dengan kuah sayur asam ini.

Seperti tempatnya yang sederhana, untuk menikmati hidangan di rumah makan ini juga tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Untuk semua hidangan yang saya pesan, cukup membayar Rp 30.000,00. Tak mahal bukan? Nah jika penasaran dengan si gabus pucung silahkan saja mampir ke rumah makan ini. Sambil mencicipi hidangan khas Betawi, hitung-hitung turut melestarikan kuliner Betawi!

RM Betawi Hj. Amih - Gabus Pucung Pak Misan
Jl. Raya Lapangan Tembak No.21 Cibubur
Jakarta Timur
Telp: 021-8728054

( dev / Odi )

Semarang - Pasar Semawis, Surganya Pencinta Kuliner

Devita Sari - detikFood

GB
Pasar Semawis Semarang
Jakarta - Suasana meriah dan keragaman budaya berbaur di pasar yang menjadi salah satu icon kota Semarang ini. Aneka jajanan mulai dari dim sum, nasi ayam, lontong cap go meh, lumpia, pisang plenet, tahu pong hingga es puter cong lik dijajakan di jajaran warung di kiri kanan jalan. Semuanya menggoda selera dan menggiurkan untuk dicicipi!

Sebuah gerbang besar bertiang merah dengan papan biru bertuliskan 'Pecinan Semarang' sudah terlihat dari kejauhan. Tak ketinggalan lampion-lampion merah ikut dipasang menambah kental suasana oriental kawasan pecinan ini. Setelah melewati gerbang, deretan para penjual pernak-pernik bagai menyambut pengunjung pasar malam Semawis.

Ya, tak hanya sekedar makanan yang ditawarkan oleh pasar yang diadakan setiap malam Jum’at, Sabtu dan Minggu ini. Aneka stand aksesoris impor dari China yang menggoda mata pengunjung. Aneka gelang dan kalung giok, batu mulia, patung Budhha tampak ramai dikerumuni pembeli. Meskipun sebagian besar penjual memakai bahasa Mandarin, namun hal tersebut tak menyurutkan para pembeli untuk melakukan tawar-menawar. Kalkulator dan bahasa isyaratpun menjadi perantara, bagai berbelanja di Kowloon, HongKong.

Pasar malam dadakan ini tak begitu saja muncul di ibukota Jawa Tengah ini. Awalnya pasar Semawis atau yang dikenal dengan sebutan waroeng Semawis merupakan sebuah program untuk mengembangkan pariwisata dan budaya pecinan di Jawa Tengah. Pasar ini pertama kali digelar pada tahun 2004 lalu untuk menyambut datangnya Imlek warga Tionghoa di Semarang. Bertepatan dengan pencabutan resmi pelarangan perayaan kebudayaan Tionghoa di Indonesia.

Pasar Imlek Semawis (PIS) merupakan suatu program yang diselenggarakan oleh Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata). Meskipun memakai embel-embel Pecinan, sesungguhnya pasar Semawis merupakan gabungan dari berbagai budaya di Semarang. Tak hanya warga keturunan Cina yang ikut meramaikan Pasar Imlek Semawis, beberapa diantaranya berasal dari keturunan Arab, Jawa, dan berbagai suku lainnya yang tinggal di Jaw Tengah khususnya Semarang.

Pasar Semawis biasanya digelar mulai pukul 6 sore hingga tengah malam. Warga Semarang bagai tumpah ruah di pasar ini, mulai dari para lansia, orang tua, hingga anak muda dan para wisatawan. Tak heran jika pasar Semawis biasa dijadikan sebagai ajang soalisasi dan reuni bagi wong Semarang.

Yang sering memakai sebagai ajang unjuk diri sekaligus mencari dana dadakan adalah para mahasiswa yang membentuk kelompok. Sambil menyanyikan lagu-lagu populer merekapun meminta partisipasi pengunjung memberi sumbangan untuk kegiatan sosial mereka. Suara riuh rendah nyanyian mereka di pintu gerbang membuat suasana jadi makin meriah saja.

Beberapa stand makanan tenda dibuat berjejer rapi dan teratur. Beberapa diantaranya menjual lumpia Semarang, pisang plenet, sate ayam, babat gongso, dan nasi ayam yang merupakan makanan khas Semarang. Bisa dibilang tempat ini juga merupakan surga pencinta makanan oriental. Ada sate babi Nyah Gunung yang sudah sangat akrab di telinga warga pecinan Semarang, dim sum, steam boat, dan nasi campur. Kalau mau yang populer seperti nasi gudeg, nasi pecel atau aneka mi juga ada. Hmmm... semuanya komplet tersedia dengan harga yang terjangkau.

Untuk wisatawan yang datang ke Semarang dan tak sempat mencicipi hidangan khas Semarang bisa mampir ke pasar malam ini. Hampir semua hidangan khas ada. Mulai dari ontbijtkoek dan kue almond toko Oen yang klasik, tahu pong Peloran yang legendaris, es puter cong Lik sampai satai ayam jalan Gajah Mada plus lumpia Semarang juga tersedia.

Sambil menikmati makanan yang dipesan di bawah taburan bintang, pengunjung juga bisa berkaroke ria. Beberapa stand menyediakan tempat berkaroke lagu-lagu Mandarin dan Indonesia. Sambil berjalan-jalan, pengunjung pun bisa membeli baju-baju trendy, baju anak, kaos dan aneka pakaian wanita pun ditawarkan di beberapa stand.

Puncak keramaian pasar Semawis sendiri adalah saat Imlek tiba. Berbagai macam pertunjukan kesenian dan kebudayaan Cina bisa dinikmati, misalnya seperti wayang potehi yaitu wayang golek khas Tionghoa, barongsai, dan pengobatan tradisional Cina. Nah, jika berencana ke kota Semarang jangan lewatkan untuk berkunjung ke pasar malam Semawis! Sambil jajan enak, Anda bisa turut serta melestarikan budaya lokal dan merasakan keakraban warga Semarang.

Pasar Malam Semawis
Gang Warung, Pecinan
Semarang
Buka: Jam 16.00 -24.00 tiap Jum'at, Sabtu dan Minggu
Harga makanan dan minuman : mulai Rp. 2.500,00 – Rp. 25.000,00

Makan Sayur dan Buah, Umur Tambah 14 Tahun!

Devita Sari - detikFood

GB
Jakarta - Kabar baik buat pencinta buah dan sayuran segar. Apalagi jika tak minum minuman beralkohol dan tidak merokok. Usia harapan hidup mereka bisa bertambah 14 tahun. Inilah hasil riset yang dilansir di Inggris baru-baru ini!

Seperti yang dilansir BBC News beberapa bulan silam, sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 20.000 orang, selama lebih dari satu dekade menemukan orang yang tidak memenuhi kriteria hidup sehat memiliki kemungkinan meninggal empat kali lipat lebih banyak dibandingkan mereka yang menjalani hidup sehat. Riset ini dilakukan dengan mengabaikan berat badan dan tingkat sosial hidup mereka.

The Public Library of Science Medicine Study menganjurkan orang untuk melakukan sedikit perubahan sederhana dalam hidup agar berusia lebih panjang.

Penelitian yang pernah dilakukan oleh University of Cambridge dan Medical Research Council ini dilakukan di Norfolk, Inggris antara tahun 1993 dan 2006.

Sampel responden yang diambil berumur antara 45 sampai 79 tahun. Dengan mengabaikan status sosial meskipun sebagian besar reesponden berkulit putih, dan dalam keadaan sadar, dan tidak memiliki masalah kanker ataupun penyakit jantung.

Kesimpulan yang didapat mereka yang dapat hidup lebih lama adalah orang yang memiliki kategori sebagai berikut: saat ini tidak merokok, mengkonsumsi antara 1-14 unit alkohol per minggu (kira-kira sekitar setengah gelas dan tujuh gelas wine), mengkonsumsi 5 jenis sajian buah-buahan dan sayuran setiap hari dan selalu hidup aktif.

Pada kategori terakhir tersebut juga dapat diartikan mereka yang memiliki pekerjaan tidak banyak bergerak dan melakukan olah raga sekitar setengah hingga satu jam sehari, atau mereka yang memiliki pekerjaan yang banyak begerak seperti perawat atau tukang ledeng.

"Ini artinya sebagian besar dari populasi manusia yang ada sebenarnya dapat merasakan keuntungan dengan menjalani hidup sehat yaitu dengan melakukan perubahan sederhana," ungkap Professor Kay-Tee Khaw dari University of Cambridge.

Tim peneliti tersebut juga menemukan bahwa mereka yang telah menjalani empat point pola tersebut memiliki tingkat kematian yang lebih rendah dalam suatu periode dibanding mereka yang tidak. Dan seorang wanita berumur 60 tahun yang tidak menjalani keempat cara hidup sehat diatas memiliki resiko kematian yang sama dengan wanita berusia 74 tahun yang menerapkan keempatnya.

"Kami telah mengetahui secara individual, mengukur mereka yang tidak merokok dan berolah raga dapat memberi pengaruh dalam memperpanjang usia, tetapi ini adalah pertama kalinya kami melihatnya keduanya secara bersamaan," ujar Professor Kay-Tee Khaw, yang memimpin riset ini.

"Dan kami juga menemukan bahwa kelas sosial dan BMI (Body Mass Index) sesungguhnya tidak berperan disini."

Terdapat penurunan kematian yang disebabkan oleh penyakit cardiovascular. Ditemukan bahwa penyebab terbesar adalah mereka yang tidak menjalani keempat pola hidup sehat tersebut memiliki lima kali resiko kematian lebih besar dibandingkan mereka yang menjalani keempatnya. Perlu diketahui bahwa pola hidup sehat dan kematian karena kanker juga memiliki suatu hubungan.

"Ini merupakan berita baik sebab dengan menjalani hidup sehat, orang dapat mengurangi resiko kematian karena penyakit jantung dan sirkulasi darah," ujar Judy O'Sullivan dari British Heart Foundation.

"Dengan tidak merokok, minum alkohol, melakukan olah raga dan makan banyak buah-buahan dan sayuran, manusia dapat memiliki kesempatan untuk hidup lebih lama," imbuhnya lagi.

Seorang pembicara dari Departemen Kesehatan Inggris mengatakan: "Setiap orang memiliki tanggung jawab terhadap kesehatan dirinya sendiri, seperti terlihat pada tahun lalu saat dikampanyekan gerakan 'Small Change, Big Difference' –memperlihatkan bahwa setiap perubahan kecil dalam hidup mereka dapat memiliki efek langsung pada kesehatan mereka."

Nah, ingin merasakan hidup lebih lama? Belum terlambat jika Anda mulai menerapkan pola hidup sehat ini dari sekarang!

( dev / Odi )